Jul
22

Pemberitaan Mutilasi Sangat Menyudutkan Kelompok Gay

oleh: Sandra - Kategori: Berita

Tulisan berikut saya dapatkan dari milis sebelah, mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan. Tulisan ini respon atas pemberitaan dibanyak media yang cukup menyudutkan kalangan homoseksual atas kejadian mutilasi oleh seorang gay bernama Ryan terhadap ‘teman dekatnya’.

Berikut tulisan oleh orang yang bernama Toyo yang mengaku sebagai koordinator Our Voice di Jakarta.

Teman–teman, berita atas kejadian Mutilasi yang diduga dilakukan oleh Ryan terhadap teman nya sangat bias terhadap kelompok gay.

Baik berita yang dimedia maupun yang diungkapkan oleh para ahli psikolog dan kriminolog hampir semuanya menyudutkan kelompok gay.

Para “ahli” lupa pelaku dan korban mutilasi bisa terjadi dan dilakukan oleh siapapun baik itu hetero, biseksual maupun homoseksual dan latar belakang yang lainnya. Tapi karena kebetulan pelakunya diduga adalah seorang gay dan korbannya adalah juga diduga seorang gay. Maka semua hal dikaitkan dengan ke gay-an nya.

Saya berpikir bahwa jika kasus dan pelaku mutilasi ini dilakukan oleh kelompok heteroseksual sudah dapat dipastikan yang dianggkat oleh media dan pemberitaannya seputar pada mutilasinya bukan pada heteroseksualnya. Padahal tidak sedikit juga bahwa pembunuhan yang diakibatkan oleh rasa cemburu juga dapat dilakukan oleh kelompok heteroseksual. Misalnya kasus - kasus pembakaran seorang suami kepada
istri karena rasa cemburu. tetapi pemberitaan para media tidak mengacu pada seksualitas. Tidak ada yang mengatakan karena dia hetero maka dia membunuh istrinya.

Jika ingin coba melihat bahwa seorang gay itu sangat posesif, saya mesti juga dilihat penyebabnya. Ada tekanan sosial yang membenci homophobia dan tekanan sosial yang selama ini kelompok gay terima.
Walaupun tidak semua gay itu posesif masih banyak gay yang masih sangat rasional.

Padahal sifat posesif itu sangat manusiawi dan dapat terjadi oleh siapapun dari latar belakang apapun.

Ini beberapa contoh pernyataan para ahli

Pendapat ahli kriminolog Universitas Indonesia (UI) Andrianus Meliala. Menurut Andrianus, pembunuhan itu terjadi akibat ekses hubungan platonis dari cinta hubungan sejenis. : “Dari sisi akademis, hubungan cinta sejenis bukan hubungan yang sehat, seperti egosentrik. Kalau kita (kaum heteroseksual) bilang cinta, itu
bukan berarti memiliki. Tapi bagi pasangan sejenis, cinta harus memiliki,” katanya.

Adrianus memaparkan, dalam cinta platonis, tidak ada istilah selingkuh atau pindah ke lain hati bagi pasangan sejenis. Mereka akan berpikir, dari pada pindah ke orang lain atau kehilangan pasangan maka lebih baik dimatikan saja. Jadi lose-lose, tidak ada yang dapat pasangannya.

Selain itu semakin dikuatkan oleh� psikolog Liza Malrielly Djaprie, penyakit menyukai sesama jenis ini sebenarnya masih bisa disembuhkan asalkan tidak disebabkan gen atau pembawaan dari lahir. Pelaku
hubungan seks sesama jenis yang dilatarbelakangi trend atau gaya hidup masih bisa disembuhkan dengan kemauan orang tersebut.

“Tipe seorang gay yang bukan karena gen atau bawaan lahir seperti pendulum. Pendulum bisa digerakkan ke kiri atau ke kanan tergantung dari keinginan yang menggerakkan pendulum tersebut,” jelas Liza.

Dari kedua pendapat ahli tersebut jelas sekali cara pandang kedua ahli itu menggunakan kaca mata yang sangat homophobia. Kelompok krimonolog masih belum jernih melihat persoalan lebih dalam. belum lagi psikolog juga masih menggunakan kaca mata “lama” dengan kata dapat disembuhkan.
Analisa yang digunakan masih sangat sangat dangkal dan menunjukan tidak paham persoalan gay secara lebih dalam.

Saya sebagai bagian dari kelompok gay dan biseksual, meminta semua pihak untuk menyampaikan berita kepublik untuk persoalan Mutilasi lebih seimbang. Karena bagaimanapun kelompok gay selama ini sudah menjadi korban sistem heteroseksis. Mestinya kita semua dapat melihat persoalan ini lebih kritis lagi.

(sumber: Milis Blogger-Indonesia)

1 Respon, bagaimana pendapatmu?

  1. Mike pada tanggal 25 Juli 2008 jam 19:45

    Ryan emang kejam, katanya dah 5 orang di jagal ama dia. Sebenernya berita ini disorotin masyarakat bukan karena dia Gay, tp karena mutilasinya itu dan emang pantas untuk dihukum mati juga nih orang, dasar maniak!!! X-(

Tuliskan Pendapatmu

top